Kamis, 27 April 2017

Take Me Back

A month ago, March, Makkah, Madinah.
The best birthday gift ever. Thankyou, dear ayah and ibu.












Senin, 06 Februari 2017

Menjadi Abu-Abu



Ketika tiba-tiba adalah ekspresi paling jujur.
Yang paling atas adalah ketiba-tibaan ibuku, yang bawah adalah ketiba-tibaanku.
Kita berdua lama ngga jalan-jalan. Lama ngga  liat yang kealam-alaman.
Dan tiba-tiba ingin mengabadikan rasa kagum masing-masing saat di perjalanan.
Ini ekspresi dari kerinduan. Rindu bepergian. Rindu tersesat.

Minggu, 13 November 2016

Stuffs Every Girl Should Own #1: Sewing Kit


 Kenapa tiap cewek harus punya sewing kit? Ngga tau ya menurutku sewing kit itu penting kayak kotak P3K, tapi ngga seurgent kotak P3K juga sih. Sebenernya ngga harus juga sih punya sewing kit lengkap dengan berbagai warna benang, berbagi size jarum jahit, stock kancing berbagai bentuk, gunting khusus kain, resleting warna-warni, meteran kain, dan lain-lain. Tapi seenggaknya kita punyalah standar alat jahit kayak benang item/putih (yang warnanya netral) dan jarum jahit di rumah atau yang kita simpen sendiri, jadi kalo misal tiba-tiba celanamu bolong, kemejamu kesangkut gagang pintu, atau kancing bajumu copot masih bisa tertanggani dengan cepat (in case kamu tau caranya ngejait hahaha). Ga harus pro, at least taulah jahitan jelujur. Yang penting kainnya kesambung dan kancingnya kepasang.

Oiya, beberapa hari lalu aku nyoba-nyoba bikin tas sendiri dari kain hasil nyelup tempo hari sama shibori geng. Berbekal kesoktauan tanpa pola, akhirnya aku coba bikin hobo bag (atau apa sih namanya, ngga ngerti). If you know bentuknya itu macem tas oleh-oleh dari Thailand yang super khas, yang ada gambar gajahnya. Nah.. Itu! Karena mesin jahitnya abis diservis jadi aku mending make mesin jahit aja daripada harus jahit tangan. Yang pertama sih mengamati contohnya, bagian perbagian dan urutan menjahitnya. Terus diukur deh kainnya, setelah diukur ya dipotong, kalo udah dipotong baru dijahit bagian perbagian (dari bagian paling bawah tas ke atas), setelah itu finishing yang dikerjakan oleh ibuku karena ternyata jahitanku salah ukuran dan sedikit ngga rapi.


Minggu, 30 Oktober 2016

Butuh Matahari

Ketika mainan shibori menjadi satu-satunya hiburan yang berarti di kala selo Kita nyobain nyelup kain lagi karena masih penasaran gimana teknik dan takaran cairan yang pas. Jadi sepertinya masih akan ada kegiatan nyelup dan jemuran artsy lagi sampe nemu cara yang paling benar. Dan kesimpulan dari hasil eksperimen Sabtu kemarin adalah butuh air panas untuk merendam kain dan butuh matahari jam 1 siang yang panas biar warnanya lebih keliatan dan pekat. Tapi sebenernya entah karena matahari atau reaksi kimia nitrit dengan oksigen. Science is fun by the way.