Selasa, 01 September 2009

m a l i n g s i a

hey negara tetangga (malingsia)! saya tau negaramu adalah negara yang kaya negara yang maju negara yang makmur, tapi pada bagian kebudayaan dan hati nurani dimata saya negaramu adalah negara yang sangat-sangat miskin. indonesia mengekspor TKI untuk membantu kegiatan perekonomian di negara kalian sebagai buruh. tapi apa balasan mu hah? apa? memberi kenang-kenangan memar biru di tubuh para TKI atau memberi "hadiah" kepada para TKW seorang anak atau bahkan mengirimkan pulang buruh malang itu kembali ke kampungnya dengan sekotak peti mati dengan lebam-lebam di sekujur tubuhnya atau memberikan kami bingkisan berupa teroris. apa dengan itu kalian membalas budi baik kami? begitu buruk dan picik sekali. kebejatan kejimu belum sampai pada ujungnya. dengan percaya diri mengklaim kebudayaan negara kami, indonesia. reog ponorogo, tari pendet, angklung, keris, batik, pulau ambalat, rafllesia arnoldi, rendang sekarang apalagi yang ingin kalian klaim? suwe ora jamu? apuse? atau gudeg? kami tak akan rela, kami akan mempertahakannya sekuat tenaga kami. belum selesai perkara ini kalian membuat ulah baru lagi dengan menganti isi teks lagu negara kami, indonesia. dengan kata-kata yang tidak sepatut nya di ucapkan dari negara semaju kalian, terkesan sangat kampungan. kalian pikir dengan cara ini kalian bisa mengoyahkan persatuan indonesia? hahaha tidak akan. insyaallah kami siap berperang menghancurkan negaramu dan menjadikan negaramu sebagai provinsi ke-34 di indonesia. saya kasihan terhadap negaramu, kasihan terhadap anak cucu kalian pasti mereka malu kenapa mereka bisa hidup di negara yang begitu miskin hati nurani. jangan sombonglah, kemerdekaan negara kalian yang kecil itu hanya pemberian dari inggris jadi jangan banyak gaya. semestinya kita ini saling mendukung karena kita ini adalah negara yang bertetangga, tapi kenapa kalian selalu membuat ulah? apa kalian sirik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar